Sunday, April 29, 2007

PERCAYA

akhirnya aku menakar kekuatan juga
untuk pahami semua keluhmu
tentang rindu dan selembar ragu
yang selalu mengikuti
kemana kau melangkah

dengan apa percaya harus ku pahat
di kedalaman hatimu
hingga kau bisa mengukur
ketika mata dan mata saling berjumpa

SELAMAT ULANG TAHUN RINDU

pagi perlahan meneteskan embun
setetes-setetes
membalut kata yang semalaman berkelana
menunggu dengan sabar
sambil memilin doa
berharap sebelum matahari menyilau
kata-kata ini
sudah berlari secepat angin
merintas dingin
menyelipkan senyum dan ucapan
" SELAMAT ULANG TAHUN"
Semoga panjang umur, dan bahagia.

Friday, April 27, 2007

JEJAK RINDU

sepanjang langkahku
ada bayangan yang tak bisa hilang
seakan aku terjepit diantara puisi-puisimu
yang terus berloncatan ke arahku

telah kucoba katakan padamu
dengan berbagai bahasa, nyanyian, dan liukan puisi
aku hanya merindukanmu
meniupkan kehidupan bagi diriku
menuliskan ke semua dahan-dahan
tempat semut-semut meninggalkan jejak
ada rindu
yang tak pernah habis
meski tak bersuara

MELARUTKAN JIWA

pagi ini,
tidak ada kalimat yang tepat
untuk menggambarkan perasaan hatiku
padamu
dibalik dinginnya tetes-tetes embun
yang bersembunyi di ketiak-ketiak daun
dan bunga-bunga yang kelopaknya masih basah

semalam,
kulihat bulan enggan menyapamu
kunang-kunang tertidur kedinginan
gerimis menjadikan sunyi
melarutkan jiwa di sisi-sisi puisi
yang berusaha memanggilmu
memperlihatkan rinduku

Thursday, April 26, 2007

PUISI HATI

bacalah diriku
dengan tanpa letih
karena jariku yang telah merangkainya
menuliskan satu-per-satu
dengan airmata yang kesekian
hingga
kau menemukan
arti diriku bagimu

Tuesday, April 24, 2007

SEBUAH INGIN

hujan menyukarkan penglihatan
ketika kau dan aku ada
huruf-huruf miring
memandang tak karuan
tapi
keinginanku cukup besar
mengatakan ke seluruh jiwamu
: aku merindukanmu

Monday, April 23, 2007

LUKA DAN PEMANIS

aku melihatmu sebagai kebekuan
dan ingin kusentuh dengan hangat
membawakanmu berkuntum kenanga
untuk mewangikan perihmu

lukaku tak cukup cantik
untuk kau sesap
mungkin perlu aku tambahkan pemanis
hingga kau akan ramah
terhadapku
juga terhadap luka-lukaku

SENJA DAN AIRMATA

nyanyian kesedihanku
semoga tak kau dengar
di saat senggang
saat senja
saat kau baca
setiap bait puisiku

: karena disini ada rindu
yang tak bisa kuhindar
dari pandang matamu

Friday, April 20, 2007

KABUT RINDU

betapa harapku
tak terhitung jumlahnya
menggantung di rongga-rongga otakku
tak melelapkan tidurku
selalu bertanya-tanya
tentang apa yang kau sebut rindu

Wednesday, April 18, 2007

AKU BAGIMU

disetiap mimpi yang terurai
selalu jauh kupendam rasa merindu
menggapai-gapai dalam isak tertahan
menegur harap
yang telah lama menanti

tatapanmu
menghardik diri untuk berjalan lurus
tak memandangmu sebagai rindu
tak mengharapkanmu sebagai cinta
tak mengenalmu sebagai apapun

Tuesday, April 17, 2007

SENYUM

huruf untuk luka
kini sudah berakhir
tertuang dalam bergelas-gelas kata
terteguk sebagai rindu
yang penuh dengan senyum

KEKECEWAAN TINTA MERAH

kata kecewa
tercelup tinta merah
lukis di kanvas yang tersipu
membentuk garis-garis
membulatkan gambaran puisi

beterbangan
rindu sepuas-puasnya
melambung menyentuh awan
meluluhkan semua kata
untuk dilipat dan dibuang
ke tempat yang tak tergambar dalam peta

BETAPA INDAHNYA CINTA

aku disini tengah tersenyum
mengenakan mahkota keperakkan
mematahkan banyak ranting kering
dan memunguti duri yang masih tajam
membakarnya hingga tak terdengar lagi
suara airmata
dan
suara kesakitan

kicauan burung terdengar lebih merdu
kilauan embun menyilaukan seluruh mata
malam bertaburan nyanyian kunang-kunang
memuncakkan cinta
dalam perapian yang hangat

betapa indahnya cinta ......

DALAM DEKAPAN RINDU

memang semestinya
kau dan aku tak saling mengaduk luka
menjungkirbalikkan kata
hingga luka tak berdaya

tapi sudahlah...
usah menjadi kepedihan hatimu
karena rinduku telah kembali
berkeliaran disekeliling hatiku
menggantungkan kata-kata indah
di tepian puisi-puisiku
mendekap rindu
yang tak kan pernah kulepas lagi

Monday, April 16, 2007

RINDU YANG KEMBALI

ada cinta yang tak bisa tertutupi
dari kata yang merona
menyembul melalui bayangan
menetralkan kalimat yang sudah usang

susunan kata
bermain di lekuk puisi
menyambut rindu dengan lega
terlampau lama, duka merunduk
saatnya cinta
tertawa di atas angin
mengumpulkan tepuk tangan
-untuk rindu yang kembali-

Sunday, April 15, 2007

HARAPAN DI TIANG AWAN

harapanku melayang
bergantung di tiang awan
kau pun tak ingin ku pergi
itu terekam di nadamu

dan kamu pun tahu,
aku tak pernah berubah
ingin memilikimu
sejauh pikiranku

DOA PUISI BISU

tak kan kudustai lagi
kehampaan yang kurasa
semenjak puisi menjadi bisu
tanpa kata-katamu

jiwaku sakit
mengoles banyak pekat
menceburkan waktu
dalam lama

bisu doa untukmu
tak bisa terkata
di lubuk hati terdalam

AWAN YANG TERTIUP ANGIN

rindu melebur dalam tatapan
masuk ke relung hatimu
menyeruak dingin dan kebekuan
yang mengendap lama dari hatimu

bibirku masih belum mampu
meraihmu ke pelukku
untuk kau pahami saja
aku bukan awan
yang akan tertiup angin

Saturday, April 14, 2007

SESOSOK RINDU

hatiku, telah terkubur jauh
meredam setitik cinta
yang tak kuperbolehkan tumbuh
karena itu,
selalu melinangkan airmataku

Thursday, April 12, 2007

PENEBAS RINDU

letakkan dibawah pintuku
setangkai mawar penebas rindu
beserta huruf tajam
di lembar daunnya
dan muntahan ludah
di setiap kelopaknya

HITAM DAN BIRU

kau dan aku
menghantam rindu
yang telah kasar
mencampakkan pikiran kosong
berbantahan dengan ingin

aku hitam
dalam salah
memucatkan rindu yang cantik

engkau biru
dalam bisu
melecetkan sepasang kaki
pada sepatu tua

Wednesday, April 11, 2007

KISAH RINDU HARI INI

07.00
sepanjang pagi ini,
kubawa rindu yang semalam
menyebar di seluruh hati
memberi senyum pada matahari
menanti rindu, ucapkan pagi yang termanis

13.25
makan siang ini,
tak ada selera
padahal menu tersaji lengkap
4 sehat 5 sempurna
kata-kata berserakkan murung
diantara piring,gelas dan garpu
- selamat makan ! -
rindu tak berbalas

15.00
rindu ini ingin mati saja,
ntar jasadnya biar kugantung
di tiang monas
( biar kalau lewat sana, kau teringat rinduku)

17.00
usai kerja petang ini
ada rindu yang tak ingin dibahas,
kusimpan dalam dompet,
kubawa pulang lagi,
apa besok
sebaiknya kutinggal dirumah saja

17.30
sepanjang jalan pulang,
rindu tak juga menyapa
tiada titip salam atau sepatah kata
membisu
dan hati menjadi gelisah
apakah dia takut ditinggal besok ?

20.00
rindu pasti sudah mandi
tubuhnya pasti telah wangi
semangkuk mie goreng kusantap lesu
dengan mata tergenang
kemana dia, tak ingatku kah ?

23.00
aku rindu kamu
menyapaku

KECEMBURUAN

sungguh, ingin ku buang syairmu !
saat merasa seperti ini
menyobeknya menjadi bagian terkecil
hingga hancur
dan terbakar
seperti cemburuku

Tuesday, April 10, 2007

JANJIKU

katupkan bibirmu
yang katakan luka dan perih
biar kuciumi bibirmu tiada henti
ketika bertemu esok

ku janjikan itu padamu !

Monday, April 9, 2007

GAMBAR PAGI

kugambar pagi
yang tidak ada lagi rindu
yang biasa tersenyum

kali ini hening
dengan detik kosong

betapa pagi jadi sepi
tanpa sapa
selamat pagi
dan aku cinta kau

Sunday, April 8, 2007

SUDUT KATA DAN PUISI

kalimatmu benar,
tak ada puisi lagi
yang bisa kau balas untukku
karena memang,
aku bukan puisimu
yang dapat menyentuhmu
kala rindumu memuncak

bisu
murung
kata dan puisiku
dalam ketersudutan

Saturday, April 7, 2007

UNTUK SEBUAH RINDU

untuk sebuah rindu
kau ingin kusembunyikan
dibalik kata-kata dan gairah mematang
bertutur sapa dihembusan angin

rindu padamu membara
melumat gairah di ujung bibir
ingin kubawa sampai telapak kakimu
memerah sagakan semua cairan
membendungi rasa hingga kandas

Friday, April 6, 2007

SEPANJANG MUSIM

kata-kata kuselip
pada surat cinta
yang kutitip
pada pukul dua

menanti
tak lelah
menunggu jawab

impian
sepanjang musim
hangat dalam pelukmu
hingga menua

Tuesday, April 3, 2007

MENYUSUN LUKA

diam-diam
aku rapikan harap
tutup nanar luka
diantara tumpukan bukumu

dan
diam-diam
aku ingin bungkus perihmu
tanpa perlu kau tahu
cemburuku padamu

MUNGKINKAH RINDU

apa mungkin rindu
bisa singgah di hatimu
hanya karena kata
yang seapa-adanya

Monday, April 2, 2007

HAMPA DAN SEMPURNA

tak perlu kau tanya
mengapa hampa
rasa kau aku kemudian

aku masih ingin sempurna
seperti pertamakali
kau menjadikan
dunia ini
indah