airmata yang sering tertelan
dan rahang yang terpaksa meneguk kata
tak kan kusampaikan lagi
dalam liukan sebuah puisi
kan kubiarkan dia runtuh
bersama langit
di pandangan malam
dan bayangan
Puisi menjadi matematika cinta, mengkalikan rindu dengan variabel luka,hasilkan tanda tanya untuk yang menikmatinya. dan untukmu kekasih tersayang,kuselip sekuntum bunga matahari diantara rasamu